welcome to my blog

Senin, 09 April 2012

GIZI PADA MAKANAN ITU, PENTING !



                     Aku ingin, gizi pada makanan yang di berikan oleh ibu kepada anaknya tercukupi. Namun, di balik harapan Ku itu, tersimpan keprihatinan yang dalam.
                      Ya, memang. Zaman sekarang ini, makanan yang di berikan oleh ibu kepada anaknya serba instant dan belum tentu, semuanya mengandung gizi yang seimbang bagi pertumbuhan anak. Biasanya, para ibu yang sibuk dengan pekerjaannya tidaklah sempat membuat atau memberi makanan yang sehat dan alami. Para ibu malah seringkali memberi makanan instant ataupun junk food. Bahkan bayi mulai usia  6 bulanpun sudah di beri makanan instant, mulai dari bubur, mie, biskuit, bahkan susu. Terkadang, peran ASI seringkali digantikan dengan susu instant. Susu instant masa kini juga mengandung gula tambahan, seperti sirup jagung padat, sukrosa dan sirup glukosa padat. Gula yang terlalu banyak juga dapat menimbukan penyakit gula, yang seringkali kita sebut diabetes. Sekedar wawasan, junk food kerapkali di ikuti iming-iming hadiah yang menarik perhatian. Sehingga, anak tertarik untuk terus mengkonsumsinya. Padahal, junk food banyak mengandung gula, garam dan lemak yang dapat mengganggu kesehatan.
                       Seharusnya, makanan anak seperti itu lebih baik apabila di olah sendiri. Bahan-bahannya alami, sehat dan aman bagi tubuh. Makanan sehatkan, dapat membuat tubuh kita kuat.
                       Mungkin, karena terbiasa mengkonsumsi makanan instant, anak-anak sulit untuk bisa menerima rasa yang benar-benar sehat. Buktinya, anak-anak sekarang sulit untuk membiasakan diri mengkonsumsi makanan sehat dan alami. Mereka lebih menyukai makanan instant. Biasanya, kebanyakan makanan instant megandung  bahan-bahan berbahaya, seperti pengawet, pewarna dan penyedap. Sedangkan makanan yang benar-benar sehat dan alami buatan sendiri, hanya menggunakan garam atau rempah lainnya sebagai bumbu yang aman dan menyehatkan untuk kita konsumsi.
                        Kondisi ini memang mengkhawatirkan. Para ibu sebaiknya memantau gizi yang terkandung pada tiap-tiap makanan yang hendak di berikan pada anak. Bimbingan ibu juga perlu, agar anak terhindar dari kegiatan mengkonsumsi makanan instant sejak dini. Kenalkan juga pada anak, bahaya akan mengkonsumsi makanan instant secara terus menerus. Sedikit demi sedikit, anak pasti mau merubah kebiasaannya. 
                         Lantas, makanan apa yang ideal bagi pertumbuhan anak ?
Yaps! Makanan 4 sehat 5 sempurna itulah yang mengandung gizi seimbang bagi tubuh kita. Di dalam nasi,ada karbohidrat. Karbohidrat berguna untuk menambah energi atau tenaga bagi tubuh kita. Oh ya teman, selain nasi ada juga ubi, jagung, sagu dan roti, sebagai pengganti nasi. Lalu ada protein yang berguna sebagai zat pembangun yaitu pengganti sel-sel yang rusak. Contohnya ikan, telur, daging, kacang-kacangan, tempe dan tahu. Kemudian ada lemak yang berguna sebagai sumber tenaga dan cadangan makanan, yaitu kelapa, kacang, mentega, minyak goreng dan kemiri. Mineral dan vitamin juga berguna untuk memelihara kesehatan, ada garam dapur, sayur-mayur dan buah-buahan. Teman-teman semua pasti sudah tahukan, yang membuat 5 sempurna? Tepat! teman-teman Ku memang pintar! Betul-betul anak Indonesia. Itu adalah susu yang mengandung kalsium yang berguna untuk pertumbuhan tulang dan gigi. Maka dari itu, teman-teman rajin minum susu ya? Oke deh.
                            Aku tahu, teman! Anak-anak sangat menyukai bentuk makanan yang unik dan menarik! Maka dari itu, ibu sedapat mungkin menghidangkan makanan dengan bentuk kreatif dan menarik perhatian untuk mengkonsumsinya. Sebisa mungkin, ibu menyesuaikan karakter anak. Jika anak tidak suka sayur, ibu dapat memberinya melalui campuran makanan lainya, seperti telur. Kemudian macam-macam bentuk makanan yang menarik, dapat memberi semangat untuk menyantapnya.
                            Perlu di ingat ya teman-teman!
Makanan instant sebergizi mungkin, lama kelamaan pasti akan menimbulkan pennyakit. Pokoknya, alam deh yang paling bisa! Tapi alam pun perlu di lestarikan teman! Supaya tidak punah ya! Mereka juga makhluk hidup loh.
Makanan yang sehat akan membuat tubuh kita kuat.Demikian sebaliknya. Makanan yang mengandung banyak zat berbahaya, akan jadi sumber penyakit bagi tubuh kita.
Semoga bermanfaat ya teman-teman! Terima kasih.

Brebes, 14 Juni 2011

Kamis, 29 Maret 2012

Dehidrasi

Dehidrasi adalah gangguan dalam keseimbangan cairan atau air pada tubuh. Hal ini terjadi karena pengeluaran air lebih banyak daripada pemasukan (misalnya minum). Gangguan kehilangan cairan tubuh ini disertai dengan gangguan keseimbangan zat elektrolit tubuh.
Dehidarasi terjadi karena
  • kekurangan zat natrium;
  • kekurangan air;
  • kekurangan natrium dan air.
Dehidrasi terbagi dalam tiga jenis berdasarkan penurunan berat badan, yaitu
Dehidrasi ringan (jika penurunan cairan tubuh 5 persen dari berat badan), dehidrasi sedang (jika penurunan cairan tubuh antara 5-10 persen dari berat badan), dan dehidrasi berat (jika penurunan cairan tubuh lebih dari 10 persen dari berat badan).
Selain mengganggu keseimbangan tubuh, pada tingkat yang sudah sangat berat, dehidrasi bisa pula berujung pada penurunan kesadaran, koma, hingga meninggal dunia, atau tidak. Dan Jangan coba-coba menurunkan berat badan dengan cara dehidrasi karena anda akan menanggung resiko gangguan pada ginjal anda.


  


Dehidrasi (''hypohydration'') didefinisikan sebagai kehilangan cairan tubuh yang berlebihan. Ini secara harfiah adalah penghilangan air dari obyek, namun dalam hal fisiologis, itu memerlukan kekurangan cairan dalam organisme.
Ada tiga jenis utama dari dehidrasi: hipotonik (terutama kehilangan elektrolit, natrium khususnya), hipertonik (terutama kehilangan air), dan isotonik (kehilangan air yang setara dan elektrolit). Pada manusia, jenis yang paling sering terlihat dari dehidrasi isotonik sejauh ini adalah (isonatraemic) dehidrasi yang efektif setara dengan hipovolemia, namun perbedaan dari dehidrasi isotonik hipotonik atau hipertonik dapat menjadi penting ketika mengobati orang yang mengalami dehidrasi.
Hipovolemia secara khusus penurunan volume plasma darah. Selanjutnya, hipovolemia mendefinisikan kekurangan air hanya dalam hal volume, bukan khusus air. Namun demikian, kondisi yang biasanya muncul secara bersamaan.
Fisiologis, penting untuk memahami dehidrasi bahwa, meskipun nama, tidak hanya berarti hilangnya air, seperti air dan zat terlarut (terutama natrium) yang biasanya hilang dalam jumlah yang hampir sama dengan bagaimana mereka ada dalam plasma darah.
Dehidrasi yang terbaik adalah dihindari dengan minum air yang cukup. Semakin besar jumlah air yang hilang melalui keringat, air lebih harus dikonsumsi untuk menggantinya dan menghindari dehidrasi. Karena tubuh tidak dapat mentoleransi defisit besar atau berlebihan dalam tubuh air total, konsumsi air harus sekitar bersamaan dengan hilangnya (dengan kata lain, jika ada yang berkeringat, kita juga harus minum air yang sering).









Untuk kegiatan rutin di mana seseorang tidak berkeringat untuk setiap tingkat besar, minum ketika seseorang haus cukup untuk mempertahankan hidrasi. Namun, selama latihan, mengandalkan rasa haus saja mungkin tidak cukup untuk mencegah dehidrasi dari terjadi. Hal ini terutama berlaku di lingkungan panas, atau bagi mereka yang lebih tua dari 65. Untuk sesi latihan, penentuan yang akurat berapa banyak cairan yang diperlukan untuk mengkonsumsi selama latihan dapat dibuat dengan melakukan pengukuran berat badan yang sesuai sebelum dan setelah sesi latihan yang khas, untuk menentukan berapa banyak cairan yang hilang selama latihan.
Minum air melebihi kebutuhan tubuh memerlukan sedikit risiko bila dilakukan di moderasi, karena ginjal efisien akan menghapus setiap kelebihan air melalui air kemih dengan margin besar keselamatan.
Tubuh seseorang, selama hari rata-rata di daerah beriklim sedang seperti Inggris, kehilangan sekitar 2,5 liter air. Ini bisa melalui paru-paru sebagai uap air, melalui kulit sebagai keringat, atau melalui ginjal sebagai urine. Air (jumlah kurang signifikan, dengan tidak adanya diare) juga hilang melalui perut. Dalam cuaca hangat atau lembab atau selama tenaga yang berat, bagaimanapun, hilangnya air dapat meningkat dengan urutan besarnya atau lebih melalui keringat, semua yang harus segera diganti. Dalam kasus ekstrim, kerugian mungkin cukup besar untuk melebihi kemampuan tubuh untuk menyerap air dari saluran pencernaan, dalam kasus ini, tidak mungkin untuk minum air yang cukup untuk tetap terhidrasi, dan satu-satunya cara untuk menghindari dehidrasi adalah baik pra -hidrat, atau menemukan cara untuk mengurangi keringat (melalui istirahat, pindah ke lingkungan yang lebih dingin, dll)
Sebuah aturan praktis yang berguna untuk menghindari dehidrasi pada lingkungan yang panas atau lembab atau selama aktivitas berat melibatkan pemantauan frekuensi dan karakter buang air kecil. Jika seseorang mengembangkan kandung kemih penuh setidaknya setiap 3-5 jam dan urin hanya ringan berwarna atau tidak berwarna, kemungkinan dehidrasi yang tidak terjadi, jika urin berwarna gelap, atau buang air kecil terjadi hanya setelah berjam-jam atau tidak sama sekali, air asupan mungkin tidak memadai untuk menjaga hidrasi yang tepat.
Ketika sejumlah besar air hilang melalui keringat dan bersamaan diganti dengan minum, menjaga keseimbangan elektrolit yang tepat menjadi masalah. Minum cairan yang hipertonik atau hipotonik sehubungan dengan keringat mungkin memiliki konsekuensi serius (hiponatremia atau hipernatremia, terutama) sebagai total volume air meningkat omset.
Jika air yang hilang melalui mekanisme normal seperti muntah atau diare, ketidakseimbangan dapat berkembang sangat cepat menjadi darurat medis.
Selama acara olahraga seperti maraton, berhenti air dan istirahat disediakan air untuk menghindari dehidrasi atlet.